Sriwijaya: Kerajaan Maritim Terbesar

Sriwijaya: Kerajaan Maritim Terbesar

Babak 1: Era Kejayaan Kerajaan · Abad ke-7 - 13

"Pusat pembelajaran Buddha terbesar di Asia Tenggara dan penguasa Selat Malaka. Sungai Musi jadi jalur perdagangan internasional."

Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang, Sumatera, adalah kekuatan maritim terbesar di Asia Tenggara pada masanya. Kerajaan Sriwijaya didirikan oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Menurut Prasasti Kedukan Bukit, Sri Jayanasa mengadakan perjalanan dengan memimpin 20.000 tentara. Dalam perjalanannya, ia berhasil menaklukan daerah-daerah strategis untuk perdagangan sehingga hal ini yang mendorong kesejahteraan Sriwijaya ke depannya. Sri Jayanasa melakukan pada awal berdiri Sriwijaya melakukan ekspedisi pada wilayah-wilayah yang enggan tunduk pada mereka. Puncak kejayaan Kerajaan Sriwijaya dimulai pada abad ke-8 hingga ke-9 di bawah kepemimpinan Raja Balaputradewa (850 M). Pada masa tersebut, Sriwijaya memiliki wilayah kekuasaan hingga Malaysia, Singapura, dan Thailand Selatan. Di bawah kepemimpinan Raja Balaputradewa, Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim. Kerajaan Sriwijaya menguasai jalur perdagangan strategis di Selat Malaka dan menjadi pusat pembelajaran agama Buddha yang menarik ribuan biksu dari China, India, dan negara lainnya. Sungai Musi menjadi "jalan tol" perdagangan internasional yang menghubungkan Timur dan Barat. Kerajaan Sriwijaya mulai mengalami kemunduran sejak kepemimpinan Raja Rajendra Coladewa dari Kerajaan Cola (India Selatan) pada abad ke-11. Pada tahun 1025, Kerajaan Cola berhasil menawan Raja Sanggrama Wijayatunggawarman. Kerajaan Sriwijaya semakin tenggelam ketika Kerajaan Singasari melangsungkan Ekspedisi Pamalayu pada 1275. Ekspedisi ini merupakan misi dari Raja Kertanegara untuk melemahkan Sriwijaya. Pada akhirnya, di tahun 1377, Kerajaan Sriwijaya benar-benar runtuh karena persaingan dari Kerajaan Majapahit yang berhasil menaklukan bagian-bagian wilayah Sriwijaya.

Peninggalan Utama

  • Candi Muara Takus
  • Prasasti Kedukan Bukit
  • Universitas Nalanda
  • Bahasa Melayu Kuno
  • Taman Purbakala

Highlight Budaya

  • Pusat pembelajaran Buddha terbesar di Asia Tenggara.
  • Menguasai jalur perdagangan maritim Selat Malaka.
  • Perkembangan Bahasa Melayu sebagai lingua franca Nusantara.
  • Hubungan diplomatik dengan China dan India.
  • Tradisi pembuatan perahu dengan teknik papan ikat dan kupingan pengikat.
Tanya Sejarawan AI
Memuat...