Era Reformasi: Demokrasi, Kebebasan, dan Tantangan Baru

Era Reformasi: Demokrasi, Kebebasan, dan Tantangan Baru

Babak 4: Era Modern & Digital · 1998 - Sekarang

"Kejatuhan Soeharto membawa demokrasi, desentralisasi, kebebasan pers. Indonesia berkembang menjadi demokrasi terbesar ketiga dunia."

Kejatuhan Presiden Soeharto pada Mei 1998 menandai awal Masa Reformasi di Indonesia, yang membawa perubahan besar dalam sistem politik dan pemerintahan. Pada era ini, Indonesia beralih dari pemerintahan yang otoriter menuju demokrasi, ditandai dengan pelaksanaan pemilihan umum yang lebih bebas, jujur, dan adil, termasuk pemilihan presiden dan kepala daerah secara langsung. Kekuasaan tidak lagi terpusat di pemerintah pusat, melainkan mulai dibagi melalui kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah, sehingga daerah memiliki kewenangan lebih luas dalam mengatur urusan pemerintahan dan pembangunan masing-masing. Selain itu, Masa Reformasi juga ditandai dengan meningkatnya kebebasan pers dan kebebasan berpendapat. Media massa tidak lagi berada di bawah kontrol ketat pemerintah, sehingga dapat berperan sebagai sarana informasi, kritik, dan pengawasan terhadap kekuasaan. Perubahan-perubahan tersebut mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. Dengan sistem demokrasi yang terus berkembang dan partisipasi politik masyarakat yang tinggi, Indonesia kemudian diakui sebagai demokrasi terbesar ketiga di dunia, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaannya.

Peninggalan Utama

  • Monumen Trisakti
  • MRT, LRT, dan Kereta Cepat
  • Tol Palimanan-Kanci

Highlight Budaya

  • Demokrasi
  • Kebebasan Berpendapat
  • Transparansi
  • Penghormatan HAM
Tanya Sejarawan AI
Memuat...