Maluku: Kepulauan Rempah yang Mengubah Dunia

Maluku: Kepulauan Rempah yang Mengubah Dunia

Babak 2: Era Perdagangan & Akulturasi · Abad ke-16

"Cengkih dan pala Maluku lebih berharga dari emas. Memicu Age of Exploration dan kedatangan bangsa Eropa."

Maluku, khususnya Kepulauan Banda dan Ternate, adalah satu-satunya tempat di dunia yang menghasilkan cengkih dan pala pada abad ke-16. Rempah-rempah ini lebih berharga dari emas dan permata, memicu "Age of Exploration" Eropa. Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda berlomba mencapai Maluku, mengubah lanskap geopolitik dunia. Perebutan rempah ini membawa dampak besar bagi sejarah Indonesia. Kedatangan bangsa Eropa ternyata tidak hanya didasari oleh keinginan mencari rempah-rempah, tapi juga memenuhi semboyan 3G (Gold, Glory, dan Gospel). Gold, mereka mancari kekayaan dengan memonopoli rempah-rempah yang harganya sangat tinggi pada saat itu. Glory, mereka mencari kejayaan dengan menguasai daerah-daerah penghasil rempah. Gospel, keinginan menyebarkan agama dan keyakinan mereka.

Peninggalan Utama

  • Pilar-pilar batu para penjelajah Eropa
  • Benteng-benteng pertahanan bangsa Eropa
  • Rempah Cengkih dan Pala

Highlight Budaya

  • Maluku menjadi pusat perdagangan dunia.
  • Kedatangan Portugis (1512) yang dipimpin oleh Alfonso de Albuqurque sebagai bangsa Eropa pertama.
  • Persaingan sengit antara Portugis, Spanyol, dan Belanda memperebutkan rempah-rempah.
Tanya Sejarawan AI
Memuat...