Kesultanan Aceh: Serambi Mekkah dan Kekuatan Maritim

Kesultanan Aceh: Serambi Mekkah dan Kekuatan Maritim

Babak 2: Era Perdagangan & Akulturasi · Abad ke-16 - 17

"Pusat perdagangan lada dan pintu gerbang Islam. Sultan Iskandar Muda membawa Aceh ke puncak kejayaan."

Kesultanan Aceh adalah kekuatan maritim dan perdagangan terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-16 dan 17. Kesultanan Aceh pertama kali dibangun oleh Sultan Ali Mughayat Syah. Pada masa pemerintahannya, Kesultanan Aceh mambuat armada darat dan laut untuk menyerang bangsa Portugis yang berkuasa di Malaka pada saat itu. Di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, Aceh mencapai puncak kejayaannya, menguasai perdagangan lada, dan menjadi pusat penyebaran Islam di Nusantara. Aceh dijuluki "Serambi Mekkah" karena perannya sebagai pusat pendidikan Islam dan pintu gerbang bagi jamaah haji dari Nusantara. Kesultanan Aceh bertahan dalam jangka waktu yang lama, karena adanya persatuan antara golongan Teuku yang merupakan golongan para keluarga kerajaan dan golongan Teungku yang merupakan golongan para ulama. Tetapi sayangnya, Kesultanan ini berhasil diruntuhkan oleh serangan bertubi dari Portugis, Belanda, dan pihak VOC.

Peninggalan Utama

  • Taman Sari Gunongan
  • Masjid Raya Baiturrahman
  • Benteng Indra Patra
  • Buku Bustanus-Salatin

Highlight Budaya

  • Eratnya persatuan antara golongan Teuku dan Teungku yang sulit untuk dikalahkan.
  • Pusat pendidikan Islam dan penyebaran agama.
  • Kekuatan armada laut yang ditakuti Eropa.
  • Lahirnya Tari Saman sebagai warisan budaya UNESCO.
Tanya Sejarawan AI
Memuat...